Sorotan Tak Terduga Donald Trump pada 'Kei Car' Jepang dan Peluang Pasar di AS dan Asia
Peluang Kei Car Jepang di Amerika Serikat pasca kunjungan Presiden Trump di Jepang, tanggapan Nissan di AS serta potensi Kei Car di Indonesia.
Highlights:
- Kunjungan Presiden Trump ke Jepang secara tak terduga menyorot segmen mobil Kei Car.
- Donald Trump menyebut mobil-mobil itu "sangat kecil" dan "benar-benar imut," bahkan meminta relaksasi hukum untuk memungkinkannya dijual di AS.
- Nissan Roox generasi terbaru sukses besar di Jepang, menerima lebih dari 20.000 pesanan sejak akhir Agustus.
- Saat ini, Kei Car menjadi bagian krusial dari pasar Jepang, dipimpin oleh Honda, Suzuki, dan Nissan.
- Meskipun ada minat, Nissan belum menunjukkan rencana untuk memproduksi Kei Car di Amerika Serikat.
- Potensi Kei Car di Indonesia, didorong oleh popularitas dan segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan kompetisi EV mungil.
Kunjungan Presiden AS, Donald Trump ke Jepang pada September lalu tidak hanya sarat makna politik, tetapi juga membawa kejutan tak terduga bagi industri otomotif, khususnya segmen Kei Car yang khas. Mobil-mobil ultra-kompak ini tiba-tiba mendapatkan sorotan global, membuka diskusi mengenai peluang ekspansi pasar8.
Sekembalinya ke Amerika Serikat, Presiden Trump secara publik menyatakan kekagumannya terhadap kendaraan yang ia lihat, menggambarkannya sebagai "sangat kecil, benar-benar imut". Ketertarikan ini bahkan mendorongnya untuk menginstruksikan Sekretaris Transportasi, Sean Duffy, agar mempertimbangkan pelonggaran regulasi yang saat ini menghalangi penjualan mobil-mobil mungil ini di AS. Meskipun realisasi perubahan regulasi masih dipertanyakan, pernyataan tersebut telah memicu gelombang minat baru terhadap kategori mobil yang jarang mendapat perhatian di AS.
Nissan Roox: Jawara Kei Car Baru dari Jepang
Pencapaian ini datang pada saat yang tepat bagi Nissan. Pabrikan asal Jepang ini baru saja meluncurkan generasi terbaru dari model Kei Car andalannya, Nissan Roox, yang langsung menjelma menjadi hit lokal. Sejak diperkenalkan pada akhir Agustus, Nissan telah mencatat lebih dari 20.000 pesanan untuk Roox di Jepang.
Kenaikan penjualannya cukup signifikan. Roox berhasil menduduki peringkat teratas dalam daftar penjualan, dengan penjualan 7.741 unit pada November. Angka ini menandai kenaikan yang impresif, yaitu sebesar 43% dari bulan Oktober dan 41% dari November tahun sebelumnya. Di pasar Kei Car Jepang, yang secara tradisional didominasi oleh Honda, Suzuki, dan Nissan, Roox harus berhadapan langsung dengan pemain kuat seperti Honda N-Box, yang pada November merupakan yang terlaris dengan 16.198 unit terjual.
Respon Nissan Terhadap Godaan Pasar Amerika
Meskipun mendapat sorotan dan permintaan untuk relaksasi regulasi dari pihak tertinggi AS, Kei Car, se-charming apa pun itu, dianggap tidak mungkin laris di Amerika Serikat. Namun, Kei Car tetap menjadi pilar fundamental dalam pasar otomotif Jepang.
Hingga saat ini, Nissan belum mengumumkan rencana konkret untuk memproduksi Kei Car di Amerika, terlepas dari ketertarikan yang diungkapkan oleh Trump. Presiden dan Chief Executive Nissan, Ivan Espinosa, memang sempat mengungkapkan kesediaan untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan lain di AS untuk produk dan powertrain masa depan.
Sebuah potensi kerja sama dengan Mitsubishi dan Honda disebut-sebut sebagai opsi terbaik Nissan. Namun demikian, jika Nissan berhasil menemukan formula ekonomi yang tepat, ada kemungkinan bahwa Roox di masa depan bisa menghiasi jalanan Amerika.
Bagaimana Peluang Pasar Kei Car di Indonesia?
Di luar Amerika, potensi pasar Kei Car di negara berkembang, khususnya Indonesia, terbilang sangat menjanjikan. Dengan kepadatan lalu lintas di kota-kota besar dan kebijakan pajak yang mendukung kendaraan berkapasitas mesin kecil (di bawah 1000 cc), Kei Car dapat mengisi celah pasar antara mobil LCGC (Low Cost Green Car) yang sudah ada dan segmen city car.
Kei Car Jepang, seperti Nissan Roox dan Sakura, Daihatsu Move,Tanto dan Taft Mini, Honda N-Box dan N-One, serta Suzuki Spacia dan Wagon R serta masih banyak lagi lainnya, menawarkan keunggulan berupa dimensi yang ringkas untuk manuver dan parkir, cocok untuk kondisi perkotaan di Tanah Air yang sempit dan padat, ditambah dengan interior yang mengejutkan luas berkat desain yang memaksimalkan ruang. Tak jarang Kei Car Jepang dijadikan camper van dan kios kopi berjalan atau fungsi komersil lainnya.
Jika Kei Car, dengan standar keamanan dan mesin 660 cc khasnya, dapat disesuaikan dengan regulasi LCGC di Indonesia, ia bisa menjadi alternatif menarik, seperti misalnya Suzuki Every, Karimun dan S-Presso. Pasar Indonesia menghargai efisiensi bahan bakar dan harga yang terjangkau, serta tak perlu risau kecemasan pengisian baterai seperti EV, hal-hal seperti ini adalah karakteristik utama dari Kei Car.
Saat ini, beberapa faktor tadi diwakili oleh kehadiran beberapa model mobil mungil baru full EV yang tengah berlomba memenuhi segmen kendaraan perkotaan di Indonesia dengan LCGC, namun beberapa pengguna EV mungil ini masih merasa bahwa infrastruktur jauh dari sempurna serta range anxiety tetiba muncul di benak pikiran dan waktu menunggu saat pengisian baterai yang lama, masih dirasakan walau digunakan dalam kota.