Pentingnya Pemeriksaan Kaki-Kaki Mobil Setelah Perjalanan Jauh: Ini Gejala Kerusakan yang Wajib Diketahui

Setelah perjalanan jauh, kaki-kaki mobil rentan mengalami kerusakan akibat jalan berlubang atau beban berlebih. Pelajari gejala kerusakan ball joint, tie rod, bearing, dan bushing serta cara pemeriksaan yang tepat untuk memastikan keselamatan berkendara.

Kaki-Kaki Mobil
Sumber : Istimewa

Perjalanan jauh dengan mobil, apakah itu mudik atau liburan, sering kali menjadi ujian bagi sistem kaki-kaki. Jalan yang tidak selalu mulus, bahkan jalan tol yang dianggap aman, tetap memiliki lubang atau ketidakrataan yang bisa merusak komponen vital kendaraan. Sistem kaki-kaki bertugas menjaga kestabilan, kenyamanan, dan keamanan berkendara, sehingga perlu diperiksa secara menyeluruh setelah digunakan dalam kondisi ekstrem.

Menurut Haryo Witjaksono, pemilik bengkel WBar Custom di Tangerang Selatan, kerusakan pada kaki-kaki sering terjadi karena kombinasi dua faktor utama: kondisi jalan yang buruk dan beban mobil yang melebihi kapasitas. "Ketika mobil melintasi lubang di kecepatan tinggi, komponen seperti ball joint, tie rod, per, dan sokbreker akan mengalami tekanan ekstrem yang mempercepat keausan," jelasnya. Lebih lanjut, Haryo menekankan bahwa kerusakan satu bagian kaki-kaki bisa menyebar ke bagian lain karena keterkaitan sistem yang sangat erat.

"Misalnya, jika tie rod rusak, ball joint juga akan ikut terkena dampaknya. Begitu pula dengan komponen lainnya. Ini seperti jaring laba-laba; satu benang putus, seluruh sistem bisa terganggu," tambahnya. Selain itu, kebiasaan membawa beban berlebih—baik penumpang maupun barang—juga menjadi faktor utama kerusakan dini. "Overload membuat sokbreker, bushing, dan stabilizer bekerja di luar kapasitas, yang berisiko menyebabkan kegagalan mendadak saat berkendara," papar Haryo.

Untuk memastikan kaki-kaki dalam kondisi optimal, pengemudi perlu mengenali gejala kerusakan awal. Berikut beberapa komponen krusial dan tanda-tanda kerusakan yang perlu diperhatikan:

1. Ball Joint: Gejala dan Dampak

Ball joint berfungsi sebagai titik hubung antara roda dan suspensi. Ketika mulai aus, gejala yang muncul adalah bunyi kletek-letek saat melewati jalan bergelombang atau keriting. Roda juga akan terasa goyah, dan getaran bisa merambat ke kemudi. Uban, pemilik bengkel Uban Jaya di Bintaro, menjelaskan bahwa kerusakan ball joint bisa mengubah sudut camber, menyebabkan ban botak atau aus tidak merata. Pemeriksaan sederhana bisa dilakukan dengan mendongkrak roda depan, lalu menarik dan mendorong roda. Jika ada kekakuan atau pergerakan tidak stabil, segera ganti komponen tersebut.

2. Bearing: Bunyi Mendengung yang Perlu Diwaspadai

Bearing atau laher berperan mengurangi gesekan pada poros roda. Tanda umum kerusakan adalah bunyi mendengung saat mobil melaju di kecepatan menengah atau suara logam tergerus saat kecepatan rendah. Pemeriksaan dilakukan dengan mendongkrak semua roda dan memutar roda secara manual. Jika terdengar suara tidak normal atau pergerakan tidak halus, segera ganti bearing. Uban menyarankan penggantian dilakukan untuk kedua roda sebelah kanan dan kiri secara bersamaan untuk keseimbangan.

3. Tie Rod: Penyebab Kemudi Melayang

Tie rod adalah bagian dari sistem kemudi yang menggerakkan roda saat belok. Jika aus, kemudi akan terasa melayang bahkan di jalan mulus. Gejala lain adalah bunyi klotok-klotok saat roda digoyang. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan mendongkrak roda depan dan menggerakkan roda ke depan-belakang. Jika terasa longgar atau berbunyi, segera lakukan penggantian atau rekondisi. Di bengkel seperti Uban Jaya, rekondisi tie rod bisa dilakukan tanpa las, dengan biaya mulai Rp125 ribu.

4. Bushing: Penyebab Limbungan di Tikungan

Bushing menghubungkan komponen suspensi dengan sasis untuk mengurangi gesekan logam. Jika jebol, terutama pada stabilizer atau lengan ayun, mobil akan terasa limbung saat melewati tikungan. Bushing yang rusak juga menyulitkan penyetelan camber. Pemeriksaan dilakukan dengan mendongkrak roda dan menggerakkan lengan ayun. Jika ada pergerakan tidak stabil, segera ganti bushing.

5. Rem: Getaran pada Setir yang Tidak Boleh Diabaikan

Getaran pada setir saat menekan rem menandakan piringan rem mungkin bergelombang. Solusi sementara adalah bubut ulang permukaan rem, tetapi jika ketebalan cakram di bawah 5 mm, penggantian harus dilakukan. "Cakram yang terlalu tipis rentan melengkung atau retak, yang bisa menyebabkan pengereman gagal," peringatan Uban.

Untuk mencegah kerusakan dini, Haryo menyarankan pengemudi mengenali spesifikasi mobil, mematuhi kapasitas beban, dan berkendara bijak. "Jangan memaksakan mobil melewati jalan rusak atau membawa beban berlebih. Perawatan berkala di bengkel resmi atau spesialis kaki-kaki adalah kunci untuk keselamatan jangka panjang," pungkasnya. Dengan mengamati gejala-gejala ini dan melakukan pemeriksaan rutin, pengemudi bisa memastikan kaki-kaki mobil tetap andal, bahkan setelah perjalanan panjang yang melelahkan.

Terkait